PEKANBARU KOTA BERTUAH
BERSIH
TERTIB
USAHA BERSAMA
AMAN
HARMONISJejak Langkah Kota Bertuah Pekanbaru dan Problematikanya
Makin Molek dan Makin Berprestasi
Lain dulu lain sekarang. Ya, memang Kota Pekanbaru sekarang tidak sama dengan Pekanbaru yang pernah dikenal orang satu dekade silam. Pekanbaru sekarang makin berbenah, makin molek, dan makin berprestasi pula.
PADA tahun 60-an, Pekanbaru hanyalah sebuah kota kecil yang penduduknya rata-rata tinggal di tepian Sungai Siak. Jumlah kampungnya pun tidak seberapa, beberapa yang terkenal di antaranya Tanjung Rhu, Sago, Sumahilang, Nelayan, Senapelan, Lima Puluh dan Rintis. Soal jumlah penduduknya, tidak lebih hanya 50 ribu KK saja.
Dilihat dari sarana prasarana transportasi juga sangat sederhana. Jalan rayanya hanyalah jalan yang disiram minyak mentah. Tidak pula dilalui banyak kendaraan. Pasalnya masih banyak yang berjalan kaki atau menggunakan rakit untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain dengan melewati sungai.
Namun bila melihat Pekanbaru sekarang, sudah sangat berubah wajahnya. Pembenahan yang dilakukan disana-sini paska otonomi daerah terlebih saat dipimpin oleh Walikota Pekanbaru Herman Abdullah menunjukkan hasil yang gemilang. Tidak saja membuat Kota Pekanbaru makin molek tetapi juga membuat Kota Pekanbaru bertabur prestasi.
Itu bisa dilihat dari pembangunan di sepanjang jalan protokol. Kiri dan kanan jalan sudah berdiri rumah toko (ruko) megah, komplek pertokoan, plaza dan mal. Ada Senapelan Plaza, Mal Pekanbaru, Mal Ciputra Seraya, dan Mal SKA. Banyaknya pusat perbelanjaan itu menjadi bukti bahwa investor sangat berminat menanamkan modalnya di Pekanbaru.
Menyinggung prestasi, Pekanbaru tidak bisa dianggap sepele. Dalam dua tahun terakhir ini saja sudah tidak terhitung penghargaannya. Misalnya untuk tingkat provinsi, Pekanbaru berhasil menjadi Juara Umum Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau ke 18 di Dumai, Investment award, kota terbersih dan lain sebagainya.
Ditingkat nasional Pekanbaru pun bisa berbusung dada. Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) tertib lalu lintas dan angkutan kota, Bintang Keteladanan Akhlak Mulia, dan Piala Adipura juga raihnya. Warga Kota Pekanbaru Erni Suarti yang juga bekerja sebagai pegawai di salah satu instansi di Kota Pekanbaru juga berhasil menerima penghargan Kalpataru Kategori Pengabdi Lingkungan Erni Suarti.
Pekanbaru yang Menggeliat
Geliat Kota Pekanbaru yang menjanjikan kemakmuran tercium juga ke negeri tetangga. Itulah sebabnya banyak warga pendatang yang hijrah ke Kota Pekanbaru. Akibatnya penduduk Kota Pekanbaru yang pada tahun 1991 hanya 520 ribu jiwa, kini berjumlah 754 ribu jiwa.
Geliat itu juga membuat pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru meningkat dari tahun ke tahun. Sebelumnya tahun 1999 Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pekanbaru hanya Rp 77,7 miliar. Namun tahun 2001 menjadi meningkat hampir empat kali lipat menjadi Rp346 miliar. Singkatnya tahun 2006 lalu APBD mengalami peningkatan menjadi Rp 1 triliun lebih. Tahun 2007 meningkat lagi menjadi Rp1,2. Namun tahun 2008 sedikit terjadi penurunan yaitu Rp 1,1 triliun.
Peningkatan itu menandakan pendapatan masyarakat Pekanbaru juga mengalami peningkatan pula. Salah satu barometernya bisa diketahui dari jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tahun 1999 hanya sebesar Rp12,7 miliar, tahun 2001 Rp37,7 miliar. PAD mengalami peningkatan berarti pada tahun 2006 yaitu sebesar Rp102 miliar. Tahun 2007 meningkat lagi menjadi Rp105,05 miliar
Selanjutnya nilai income per kapita awal otonomi daerah atau lima tahun lalu hanya sebesar Rp4 juta lebih. Meningkat menjadi Rp5 juta tahun 2005 dan 2006 menjadi Rp7 juta lebih. Peningkatan-peningkatan itu berarti peningkatan ekonomi masyarakat juga.
Pendidikan Murah dan Berkualitas
Dengan mempergunakan anggaran APBD pada 2006 lalu program pendidikan murah dan berkualitas dikumandangkan menjadi tujuan utama Pekanbaru. Salah satu langkah yang dibuat adalah menggratiskan buku mulai dari kelas 1 SD hingga kelas III SMP. Secara berangsur tapi pasti pada 2007 dilakukan pula sampai tingkat SMA. Sebagai pengguna anggaran pada tahun 2007 senilai 23 persen dari APBD 2007 dipergunakan untuk pelaksanaan pendidikan di Pekanbaru. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan gedung sekolah dan menggratiskan ujian lokal serta nasional dan menggartiskan penerimaan siswa baru.
Sementara untuk meningkatkan kualitas guru diberikan tambahan insentif sebesar Rp1,5 juta terhadap guru di daerah pinggiran. Insentif ini juga diberikan bagi tenaga medis. Pembangunan sekolah binaan di setiap kecamatan mulai dari TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Salah satunya SMP dan SMA Bukitraya yang sudah menghabiskan dana Rp2 miliar lebih.
Tujuannya untuk mempermudah anak-anak masuk sekolah tidak perlu lagi berebut memasuki sekolah favorit ditengah kota karena sudah ada sekolah binaan ditempat mereka. Pengawasan pembangunan juga dilakukan terus oleh Wali Kota Pekanbaru. Sesekali wali kota bersama satker terkait melakukan sidak ketempat pelaksanaan pembangunan.
Pernyataan tegas dan lugas selalu dilontarkan Herman Abdullah setiap kali melakukan peninjauan.’’Saya ingin bangunan yang dikerjakan bisa dimanfaatkan masyarakat banyak dan tahan lama. Jangan asal kerja dan jadi saja. Pengawasan saya minta dilakukan terus terhadap pembangunan gedung sekolah serta fasilitas umum lainnya,’’ begitulah satu satu pernyataan yang sering dilontarkan Herman setiap kali melakukan peninjauan.
Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Di bidang kesehatan pemerintah juga terlihat berusaha memberikan pelayanan
Puskesmas murah sejak tahun 2006 lalu. Anggaran Rp1 miliar biaya operasional Puskesmas Rawat Inap dikucurkan terus sejak tahun 2006 hingga 2007 lalu. Peningkatan gizi makanan sehat bagi balita juga diberikan pemerintah. Dengan tujuan masyarakat bisa mendapatakan pengobatan secara baik dan berobat dengan biaya murah ditempat tersebut. Penyediaan tempat yang cukup presentatif dengan tenaga dokter berkualitas.
Bidang Pelayanan Publik
Pembangunannya dapat dilihat dari pembangun kantor pelayanan terpadu (KPT). Untuk melayani masyarakat mengurus semua perizinan mulai dari IMB, SITU, SIUP, dan sebagainya. Dengan biaya murah dan cepat atau tidak membutuhkan waktu lama semua bisa dilakukan di KPT .
Mengatasi Kemacetan Lalulintas
Untuk mengatasi kemacetan pemerintah berupaya memaksimalkan berbagai program pembangunan. Ini seperti pembangunan halte, jembatan penyeberangan, dan membangun pagar pembatas median jalan di sejumlah jalan-jalan protokol.
Dengan harapan tidak hanya ruas Jalan Jendral Sudirman saja sebagai kawasan percontohan tertib lalu-lintas, tetapi jalan-jalan lain seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Riau ke depan diupayakan menjadi jalan percontohan tertib lalu-lintas.
Ditambah lagi dengan pemasangan CCTV. Untuk mengawasi kemacetan dan keamanan para pengguna jalan. Soal kemacetan di persimpangan lampu merah, pemko telah menganggarkan anggaran miliaran rupiah pada 2007 lalu mendesain sejumlah persimpangan, sedemikian rupa, dan memasang trafik light disetiap perempatan dan pertigaan jalan.
Problematika yang Masih Tertinggal
Dari sekian banyak keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan tentu saja ada beberapa permasalahan yang masih belum bisa diselesaikan Pemko Pekanbaru. Diantaranya masalah banjir . Permasalahan ini tampaknya belum dapat diatasi oleh Pemko Pekanbaru. Namun begitu, pemko sudah membuat strategi yang akan dilaksanakan pada 2008 nanti
Sebagaimana yang telah ditetapkan dalam peraturan Wali Kota Pekanbaru Nomor 9 tahun 2007, tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Pekanbaru 2008. Permasalahan banjir masih menjadi pemikiran pemerintah untuk mengatasinya. Dana sebesar Rp3 miliar akan dikucurkan pemerintah untuk mengatasi banjir.
Pada anggaran 2008 ini terlihat masih berfokus pada percepatan dan pemerataan infrastruktur pusat kota, jalan dipinggiran kota serta pembangunan jalan. Selain itu, peningkatan sarana, prasarana dan kualitas pendidikan juga masih menjadi program utama 2008 nanti. Begitu juga dengan peningkatan kualitas sarana dan prasarana kesehatan, termasuk pengentasan kemiskinan dan menumbuhkan iklim usaha dan penciptaan lapangan kerja
Dari data yang diterima dilapangan APBD 2008 ditargetkan sebesar Rp1.175.238.315.915. Dibandingkan tahun 2007 terjadi penurunan sebesar
Rp.142.154.102.335 atau 10,79 persen dari APBD tahun 2007 sebesar Rp.1.317.392.421.250. Dengan dana sebesar itu Herman Abdullah berjanji kepada masyarakat akan berusaha melakukan tugasnya dengan baik dalam pelaksanaan pembangunan secara menyeluruh. Sebuah pernyataan yang diplomatis memang melihat kondisi Pekanbaru yang terus berkembang. Ditengah-tengah perkembangannya masih banyak yang perlu dilakukan evaluasi dan pekerjaan yang lebih baik lagi.
Semua program yang rencanakan ditunggu masyarakat Pekanbaru secara keseluruhan. Terutama masalah banjir yang selalu menjadi permasaahan setiap tahunnya.***
==================
SEKILAS PEKANBARU DALAM FOTO
1. Kepadatan Lalu Lintas di Depan Mal Pekanbaru
2. PERPUSTAKAAN SOEMAN HS
3. Kawasan Masjid Agung An-Nur dan sekitarnya
4.kawasan tepian sungai SIAK
5.kawasan perumahan di pusat kota